Umum

Karung Beras yang diterima KPM di Desa Waluya Tampa label jelas dari kementan RI

Mediaanakbangsa.id._Karawang,-Pendistribusian Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di seluruh wilayah Kabupaten Karawang, sudah mulai bisa di cairkan oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di seluruh E-waroeng, yang berada di wilayah desa masing-masing.

Seperti halnya para KPM di wilayah Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, sudah bisa di cairkan di dua E-waroeng, yang sudah di tunjuk oleh pihak Bank BTN yang telah mendistribusikan dana nya kepada seluruh kartu yang di pegang para KPM.

Namun amat disayangkan disalah satu E- waroeng yang ada di Desa Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang diragukan karena karung beras yang diterima KPM tampa label jelas dari Kementan RI

Aroy Lodra ketua Lsm Laskar NKRI (28/10/2021) Kecamatan Kutawaluya mengungkapkan keraguannya pada awak mediaanakbangsa.id. ” Ragunya kwalitas beras yang di berikan salah satu E-waroeng yang berada di wilayah desa Waluya, sangat berdasar, pasalnya dalam karung beras yang di bagikan oleh salah satu E-waroeng, tidak terdapat label standar yang sudah di tentukan oleh pihak Kementan RI (Kementrian Pertanian Republik Indonesia), yang menyatakan bahwa beras tersebut merupakan beras standar premium.

Bahkan selain itu juga E-waroeng yang berada di wilayah desa Waluya, dalam memberikan distribusi BPNT kepada para KPM nampaknya tidak mengantongi ijin perusahaan yang seharusnya terdaftar di Dinas Sosial Karawang”.ungkapnya

bahkan Selain itu juga ukuran berat beras yang di berikan kepada para KPM penerima BPNT di ragukan beratnya tidak sesuai dengan anjuran Kemensos yang seharusnya beratnya mencapai 10 kilogram.

saat di temui (28/10/2021) ke lokasi di Dusun Tangkolo Desa waluya Kecamatan Kutawaluya E- waroeng Enim mengungkapkan ” pada saat habis kontrak sama suflayer belum ada yang datang lagi suflayer yang baru, akhirnya dengan inisiatif sendiri tampa kordinasi dengan TKSK kecamatan, serta hanya mengantongi situsiup saja belum punya Cv, malahan terkadang kalau dari suflayer sering kurang makanya berani inisiatif mengelola sendiri karena ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. hanya saja saya akui ngaku gak ngaku saya dengan karung beras tampa label, bahkan kalau dulu dengan suflayer itu mendapatkan 10.000 per KPM tapi tampa modal, sekarang belum tahu berapa yang didapatkan belum dihitung-hitung. Secara prosedur kami sudah sesuai perkilonya kacang 4on beras 10 kilo buah jeruk 1kilo.” ungkapnya.

dilain tempat (28/10/2021) Ketua Laskar NKRI Kecamatan Kutawaluya Aroy Lodra akan menindak lanjuti hal tersebut pada pihak terkait dan Dinas yang berwenang bila perlu akan dibawa kerana hukum.**Red