DaerahPemerintah

Warga Menilai Merasa Ada Yang Membekingi Pembangunan Tower Dusun II Kampung Gaga Di Pertanyakan

mediaanakbangsa.id._Bekasi-Kultur perilaku korupsi birokrasi di negeri ini kian hari semakin komplek dan parah. Korupsi sepertinya sudah menjadi budaya tersendiri dan virusnya telah menjalar nyaris ke seluruh sendi birokrasi dan lembaga pemerintahan di level pusat hingga level daerah.

Ironisnya, pelakunyapun tak hanya kaum elit pejabat birokrat dan politisi di level pemerintahan pusat saja, tapi sudah merambah ke pejabat pemerintahan desa.

Dengan berdirinya  tower di tanah milik perhutani yang beralamat Di Dusun  II Kampung Gaga Rt.003/004 desa pantai mekar kecamatan muara gembong kabupaten Bekasi Jawa barat  kembali mencuat.  setelah warga mempertanyakan legalitas pembangunan sarana jaringan telekomunikasi tersebut. Sebab, hingga saat ini dinilai masih banyak pihak yang belum sepakat masyarakat khususnya.

Seperti yang di sampaikan warga sekitar kepada awak media mengatakan Pembangunan  tower yang ga jauh dari pemukiman warga khususnya rumah saya kurang lebih 10 meter  yang  berdiri di atas tanah perhutani dengan ketinggian sekitar 35 meter  yang tak jauh dari jalan raya  yang jelas jadi perbincangan warga. sekitar kenapa tidak karna masyarakat banyak yang mempertanyakan soal kompensasi bagi  yang  terdampak radius tower milik salah satu perusahaan yang legalitanya sampai saat ini ora jelas pak.? dan ini yang tentunya menimbulkan gejolak pada warga sekitar.11/9/2023.

Saya dan masyarakat yang terkena dampak  merasa heran pak.?.ko bisa tanpa sepengetahuan warga. bisa ada kegiatan pembangunan tower ya. terus klw suatu saat ada yang kena sengatan setrum atau ketiban  atau roboh gimana. sepertinya kegiatan pembangunan tower ini di bekingi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.cetunya dengan nada heran.

Saya dan warga sekitar menilai hal itu muncul karena  adanya ketidakberesan dalam persyaratan perizinan IMB yang  tidak beres, sebagaimana yang disampaikan oleh warga masyarakat sekitar yang terdampak.yang tidak pernah diajak rembugan oleh pihak desa  maupun pemilik Tower.

“saya dan masyarakat yang lainya jangan kan kompensasi.dengan berdirinya tower di sini aja tau-tau sudah ada kegiatan pembangunan tower. jelasnya.

Menurutnya, saya dan warga yang lainya semestinya memperoleh penjelasan dan sosialisasi sebagai warga terdampak malah tidak tersentuh sama sekali.ada apa sebenarnya jangan-jangan ada kong kalingkong antara pihak perusahaan dan oknum yang berjiwa rampok.

Harapan saya sebagai warga dusun II kampung Gaga khususnya. meminta kepada penegak hukum terlebih kepada satpol PP kecamatan yang mana satpol PP yang telah memahami aturan perda. agar supaya diusut tuntas dengan adanya ketidakberesan dalam persyaratan perizinan  IMB itu dan supaya pemilik Tower/menara Telekomunikasi itu mau turun dan melihat langsung warga yang terdampak,ungkapnya**(red)