DaerahPemerintahUmum

Tim BNN Kabupaten Garut Berupaya Mencegah Peredaran Barang Terlarang

Mediaanakbangsa.id._Garut.-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab Garut Di bawah Pimpinan AKBP. Irzan Haryono SH, M.Si, mengintruksikan semua jajarannya dan anggotanya supaya terus menerus melakukan pemantauan di semua titik yang akan di jadikan sarang narkoba.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika peredaranya seakan tidak ada habisnya, baik yang memproduksi apalagi yang penyalahguna narkoba
dari mulai anak orang tua dan remaja dan anak sekolah semakin merajalela keberadaanya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) baik di pusat maupun di daerah terus menerus melakukan operasi Rajia di tempat hiburan maupun di tempat umum, seakan tidak ada efek jera buat para pemakai dan pembuat barang terlarang , walaupun sesuai undang-undang di kenakan denda dan hukuman yang sangat berat.

Seperti pada Jumat malam 1 Oktober 2021 Pukul 20:30 pihak BNN di undang ikut melaksanakan Apel Gabungan di Dandenpom III/2, dipimpin Kapten Cpm Yaya Sunarya, terdiri dari Denpom III/2, Provos Kodim 0611/ Garut, Propam Polres Garut, Provost KOREM 062 / TN Sat-Pol PP Kab Garut berjumlah 41orang.

Ketua Tiem BNN Kab Garut Ipan Suparsono SH, sebagai PLT Ksi Pemberantasan, memaparkan Kegiatan Ops Gabungan ini dimaksudkan untuk memberikan efek preventif dan represif, preventif.”ungkanya.

“Yaitu mencegah masuknya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ke wilayah Kabupaten Garut.

“Dan Represif yaitu menargetkan para pelaku Tindak Pidana Narkoba yang ditemukan pada saat OPS berlangsung sehingga dapat memutus mata rantai peredaran gelap Narkoba di wilayah Kab. Garut.”jelas Ketua Tim Ipan.

Lanjut Ipan, kegiatan – kegiatan yang baik ini adalah suatu kolaborasi, kerjasama, dan bersinergi Antar Penegak Hukum (APH), guna terciptanya keselarasan langkah dan tindakan sehingga memutuskan peredaran gelap Narkotika dapat terlaksana lebih baik dan efektif untuk mewujudkan Kab. Garut Bersih Narkoba ( Bersinar ) dan ini wujud Nyata dari War On drug dalam upaya P4GN.

Lebih lanjut Ipan Suparsono, seperti hasil rajia tadi malam setelah di test urine terhadap 4 Orang Laki laki dengan Hasil 2 Orang Laki laki Positif (+) BZO dan terindikasi menggunakan diduga obat-obatan Psikotropika,”imbuhnya

“Dan BZO masuk ke dalam obat penenang, benzo tidak bisa digunakan tanpa resep dan pengawasan dokter, karena benzo berisiko menyebabkan ketergantungan, yang dapat menimbulkan masalah pada tubuh, sehingga orang yang mengonsumsi benzo tanpa pengawasan dikatakan sebagai tindakan yang ilegal atau penyalahgunaan obat.

“Obat tersebut banyak di jual belikan di toko obat umum. jadi gampang di beli di mana saja.

Untuk selanjutnya Tim kami, akan menindak lanjutkan dengan melakukan penanganan dengan rehabilitasi terhadap penyalahguna,”pungkas Ipan Suparnoso ketua tim.**Tono