Pengrajin impes BPUM Terima Uang Tujuh Ratus Ribu Selebihnya Di Makan Oknum

mediaanakbangsa.id._Karawang
Dampak lonjakan kasus Covid-19 pada Juli-Agustus 2021 bagi UMKM dan korporasi, mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah. Untuk memberikan dukungan bagi UMKM dan Korporasi mengatasi dampak pandemi Covid-19 tersebut, khususnya sektor usaha mikro, Pemerintah telah meluncurkan program Bantuan Tunai untuk  Pedagang kecil hingga pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW).

Pelaku UMKM berhak mendapatkan BLT UMKM  atau Banpres Produktif Usaha Mikro atau BPUM senilai Rp 1, 2 juta. rupiah Persatu penerima manfaat.

Bantuan tersebut  ditujukan untuk membantu pelaku usaha kecil menengah ke bawah selama bertahan selama pandemi COVID-19. Spertinya ada oknum yang mengkolektif akan tetapi di buat kesempatan dalam kesempitan penerima manpaat hanya menerima 700.ribu rupiah itupun Masih diminta seratus ribu rupiah sisa hanya enam ratus ribu rupiah yang di terima manpaat.selebihnya di kunyah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketua bidang investigasi LSM ICON RI. DPW Jabar Aripin, kepada wartawan Mengatakan Upaya   bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki perekonomian masyarakat selama pandemi Covid-19 cukup beragam, mulai dari pemberian bantuan langsung tunai.Jumlah anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah Pusat, provinsi dan daerah selalu di jadikan ajang kesempatan dalam kesempitan mirisnya lagi bantuan RI. Satu Pun Masih saja dikunyah oleh segelintir orang yang hanya mementingkan untuk memperkaya diri sendiri kata Aripin, ketika memberikan keterangan Kamis 25/11/2021

Lanjut Aripin katakan. sejumlah program bantuan itu pun tidak tanggung-tanggung, nilainya mencapai ratusan triliun rupiah dan masih terus berjalan.ungkapnya.

Di tempat terpisah ibu sukinah 55. tahun warga dusun karang jaya tepatnya di Rt. 01/03 salah satu penerima bantuan presiden banpres  usaha mikro ( BPUM )Ketika di temui di kediamannya mengatankan kaitan bantuan banpres atau BPUM saya hanya menerima 700.ribu rupiah itu juga Masih  di minta lagi seratus ribu rupiah. saya hanya menerima enam ratus ribu rupiah dari jumlah  satu juta dua ratus ribu rupiah.tambahnya.

Semenjak mengurangnya udang masuk  ketambak. dampak angin yang sangat kencang , akhirnya  para petani tambak untuk Sementara ini jarang membeli impes jelas Bu Sukinah kepada mediaanakbangsa.id.

Bapak Elin, 62 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai  pengrajin impes menuturkan sudah hampir 5.tahun saya sebagai pembuat impes dan proses pembuatan impes memakan waktu hampir tiga hari setengah baru selesai baru saya jual kepada petani tambak. Se harga dua ratus ribu rupiah. Kata suami dari  ibu Sukinah.

Namun sekarang dagangan impes saya kurang laku karena udang nya lagi  langka , Semenjak beberapa hari ini saya belum menjual impes, karena sekarang angin lagi kenceng sehingga udang langka. mudah- mudahan kedepannya setelah angin reda udang akan banyak lagi masuk ketambak , sehingga dagangan impes saya laku lagi, pungkasnya**tinggun/Misin.