Umum

H. Alek Sukardi.SH : Pokir Perencanaan Pembangunan “Aspirasi Dan Kebutuhan Masyarakat, Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian”

Mediaanakbangsa.id._Karawang.- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karawang Dapil Pemilihan lll (Tiga) yang dihadiri BAPEDA, DPMD, Para Camat di 5 (lima) wilayah Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya, Cibuaya, Pedes, Anggota DPRD, F-Golkar Hj.Saidah Anwar, F-PKS H.Maman. F-PBB Hj.Nurlela Syaripin, F-PKB H.Ishak Iskandar, F-GERINDRA H.Taman.

Acara Musrenbang dan RKPD tersebut dilaksanakan Pada Hari Senin 1 Maret 2021, Bertempat Di Kecamatan Tirtajaya
” Bertemakan Peningkatan Daya Saing Daerah Dengan SDM Berkualitas Melalui Kemandirian Ekonomi “. Menurut H.Alek Sukardi.SH. Kepala Desa Karyamulya Kecamatan Batujaya yang sekaligus Sekretaris APDESI Kabupaten Karawang.

Dalam Forum MUSRENBANG Dan RKPD, seharusnya pokok pikiran tidak sekedar menampung usulan,akan tetapi para pihak Pemkab dan DPRD juga melakukan dengar pendapat untuk diketahui PENCAPAIAN pembangunan fisik infra struktur selama menjabat Kepala Desa.

Bila tahun ini bicara infrastruktur jalan, tahun berikutnya harusnya pekerjaan lainnya, hal tersebut agar tidak STAK atau jalan ditempat dan Pembangunan dapat meningkatkan perekonomian untuk kemakmuran sesuai aspirasi, kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

Dapil lll mayoritas penduduknya sebagai petani, Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah DPRD kabupaten Karawang,Dan Pihak terkait lainnya agar dapat memotivasi, mendukung serta merealisasikan aspirasi para petani dalam mewujudkan nawacita kabinet kerja mencapai kedaulatan pangan. Aspirasi Para petani agar pemerintah dan DPRD Kabupaten Karawang, menyediakan mesin pengering atau blower, menyediakan gudang untuk menampung gabah, membeli gabah dengan harga standar.

Harapan para petani manakala Pemerintah memiliki niat yang tulus membantu agar nasib petani lebih baik bisa dilakukan, diantaranya adalah lewat BUMDES agar lebih aktif dan agresif, atau akses lainnya.

Akses jalan pertanian yang buruk serta biaya cos akomodasi pun tinggi tidak dapat dijangkau oleh kendaraan membuat hasil produksi pertanian semakin lemah bahkan menurun, nilai jual gabah drastis turun tidak sesuai dengan harga standarisasi Pemerintah.

Pertani didapil lll diawal tahun 2021 panen rendeng atau panen pertama hasil panen padi, gabahnya dibeli Rp.350 000/kwintal.Dan belum lagi biaya angkut jarak pendek dari sawah katempat petani satu karung Rp.25 000.

Dan bila hal ini dibiarkan tidak segera ditangani produksi pertanian semakin lemah apalagi bagi petani penggarap lahan akan semakin terhimpit dengan keadaan situasi dan kondisi, dampaknya grapik angka kemiskinan meningkat.ungkap (09/03/2021) senin H.Alex Sukardi.SH.**Deden/ Yusup